THRIVINMAGZ.COM – Ubud punya new art destination buat kalian yang suka explore seni dan budaya. Satyanara resmi hadir di Kedewatan, Ubud, Bali, dengan tiga galeri seni dan pameran yang mengangkat cerita tentang warna, budaya, hingga sejarah kaligrafi Tiongkok.

Berlokasi di kawasan perbukitan dengan view Sungai Ayung dan persawahan, Satyanara nggak cuma jadi tempat buat melihat karya seni. Ruang ini juga punya amfiteater, studio, ruang workshop, fasilitas residensi seniman, kafe, dan retail. Berbagai program seperti diskusi, workshop, film screening, dan pertunjukan juga akan berlangsung sepanjang tahun.

Pembukaan Satyanara ditandai dengan tiga pameran. Pertama, Ubud Art Ground #2: Letters to Colour, yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 24 Januari 2027. Terinspirasi dari buku Warna Bali dengan teks kuratorial oleh Hendra Wiyanto, pameran ini mengeksplorasi perkembangan warna dalam seni Indonesia, dari tradisi hingga karya modern dan kontemporer.

Berikutnya ada Fluid Kinship, pameran yang dikuratori oleh Mella Jaarsma dan Yipei Lee, berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 30 April 2027. Berangkat dari riset artistik pada 2024–2025, pameran ini membahas hubungan manusia dengan budaya dan lingkungan melalui perspektif dari Iran, India, Indonesia, Inggris, Italia, dan Taiwan. Mulai dari sejarah, geografi, ekologi, sampai sistem pangan, semuanya menunjukkan bagaimana kehidupan manusia dan budaya saling terhubung.
Pameran ketiga, A Brush Between Worlds, hadir dalam format jangka panjang dengan fokus pada sejarah kaligrafi Tiongkok. Pengunjung bisa melihat koleksi peralatan kaligrafi yang dikenal sebagai the Four Treasures of the Study, serta lukisan dan ukiran cap milik mendiang Profesor Chou Chen. Pameran ini juga menyoroti bagaimana tradisi dan pengetahuan artistik diwariskan lintas generasi.
Lewat ketiga pameran tersebut, Satyanara ingin membuka ruang bagi publik untuk mengenal seni dari perspektif yang lebih luas. Nggak cuma buat kolektor atau art enthusiast, tempat ini juga terbuka bagi pelajar, keluarga, komunitas, hingga pengunjung yang baru mulai tertarik dengan dunia seni.
Kehadiran Satyanara menambah pilihan cultural destination di Ubud, terutama buat kalian yang ingin explore Bali beyond cafe hopping dan wellness retreat. Selain menikmati suasana alam, kalian bisa menghabiskan waktu melihat pameran dan mengenal cerita di balik berbagai karya seni.
Satyanara berlokasi di Kedewatan, Ubud, dan buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 10.00–18.00 WITA. Harga tiket masuknya Rp30.000 untuk warga Bali, Rp75.000 untuk WNI, dan Rp120.000 untuk wisatawan mancanegara. Ada juga potongan harga atau akses gratis pada hari-hari tertentu untuk pelajar dan komunitas.
Kalau kalian lagi mencari art destination baru di Bali, Satyanara bisa masuk ke itinerary berikutnya buat menikmati seni, budaya, dan creative scene di Ubud. (Shalfa Nilalfara)

Leave a Reply