J+ Art Awards 2025 x Art and Bali: Seni, Alam, dan Teknologi Nyatu di Bali

THRIVINMAGZ.COM – Setelah tampil di Osaka Kansai International Art Festival, J+ Art Awards 2025 (J+AA 2025) resmi join bareng Art and Bali 2025, pameran seni internasional pertama di Pulau Dewata. Event ini bakal digelar September 2025 dengan tema “Bridging Dichotomies”, ngebahas gimana yang kelihatan berlawanan tradisi vs modern, handmade vs digital, manusia vs mesin, bisa ketemu dalam bahasa seni.

J+ Art Awards 2025

Terra Nexus: Highlight Art and Bali 2025

Salah satu highlight paling ditunggu adalah Terra Nexus, pameran media baru yang jalan 12 September – 5 Oktober 2025 di Nuanu Creative City.

Konsepnya fresh banget: Bumi jadi kanvas sekaligus kolaborator. Lewat instalasi imersif, landscape digital, sampai spekulasi teknologi, Terra Nexus jadi ruang multidimensi di mana seni, alam, dan teknologi saling ngobrol. Tahun ini, J+ Art Awards 2025 juga hadir dengan tema “Living Lines”, merayakan karya seni yang terus hidup, tumbuh, dan terhubung dengan dunia sekitar.

J+ Art Awards 2025

Terra Nexus menghadirkan 30 seniman dari 6 negara: Indonesia, Malaysia, Italia, Polandia, Jepang, dan Swiss. Nama-nama yang tampil antara lain:

Isu ekologis & keberlanjutan: Dhanny “Danot” Sanjaya, Jana Schafroth, Dr. Justyna Gorowska, Mukhamad Aji Prasetyo, Rakhmi Fitriani, Susur Galur Collective, Widi Pangestu

Tradisi & masa depan digital: I Made Teler, MIVUBI, Nasirun, Roger Ng Wei Lun, Tulola Jewelry, Utami A. Ishii, Wisnu Ajitama

Spiritualitas & pandangan holistik: Alodia Yap, Awang Behartawan, Dadi Setiyadi, Geddi Jaddi Membummi, Iroha Ozaki, Ivan Sagita, Notanlab, Nus Salomo, Satya Cipta, Sekar Puti Sidhiawati

⁠Realitas sosial & politik: Budi Ubrux, Goenawan Mohamad (GM), Heri Dono, Popomangun, Valerio Vincenzo, Yessiow

Kurasi pameran ini dipegang Mona Liem, yang merajut pertemuan seni lintas tema jadi satu narasi tentang ekologi, warisan, dan masa depan.

 

Kolaborasi J+ Art Awards 2025 x Art and Bali bukan cuma soal pameran, tapi langkah nyata buat naro seni Indonesia di percakapan global. Dengan Bali sebagai stage, Terra Nexus bakal jadi titik temu antara nyata dan digital, lokal dan global, historis dan futuristik. (Shalfa Nilalfara)


Posted

in

, ,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *