THRIVINMAGZ.COM – Ada album yang enak didengar. Ada album yang bikin baper. Terus ada L.U.F.S. dari White Chorus yang berhasil melakukan dua-duanya sekaligus.

Setelah lebih dulu melepas “Melayang”, White Chorus akhirnya rilis album terbaru mereka bertajuk L.U.F.S. (Love Under Flashing Strobe). Sebuah album yang terdengar seperti malam yang terlalu seru untuk dilupakan, tapi juga terlalu emosional untuk nggak dipikirin terus. Kalau kalian membayangkan musik elektronik yang isinya cuma dentuman dan euforia, L.U.F.S. datang membawa paket yang sedikit berbeda.
Di sini, White Chorus mencampur synth yang dreamy, nuansa club yang hypnotic, dan cerita-cerita cinta yang rasanya familiar banget. Tentang ketemu seseorang di waktu yang nggak terduga, tentang perasaan yang nggak sempat selesai, sampai tentang kenangan yang masih muter di kepala meski lagunya udah berhenti.
Singkatnya, ini album buat kalian yang suka berdansa sambil overthinking. Soundtrack untuk semua cerita yang belum selesai. Nama Love Under Flashing Strobe sendiri sebenarnya sudah menjelaskan semuanya.
Bayangin lampu strobo berkedip, musik lagi kencang-kencangnya, semua orang lagi having fun, tapi di satu sudut ada seseorang yang lagi jatuh cinta. Atau malah lagi kehilangan. Nah, vibe itulah yang jadi benang merah sepanjang album ini.
White Chorus berhasil bikin musik yang terdengar euphoric, tapi di saat yang sama tetap menyimpan rasa sendu yang diam-diam nusuk.
Lewat enam track di dalamnya, L.U.F.S. terasa seperti satu perjalanan utuh dari awal sampai akhir.
Tracklist:
* Aku dan Kamu
* Terakhir
* Melayang
* Masih Ada
* Beri Aku Satu Tanda, Agar Hatiku Tak Selalu Meragu
* Rayakan
Mulai dari fase jatuh cinta, penuh harapan, mulai ragu, kehilangan, sampai akhirnya belajar menerima dan merayakan apa yang pernah ada. No skip, no shuffle. Album ini memang paling pas didengar berurutan.
Kalau kalian sempat mendengar “Melayang” bulan lalu, anggap saja itu baru opening scene. Karena saat seluruh L.U.F.S. diputar, dunia yang dibangun White Chorus terasa jauh lebih besar. Ada energi dance music yang bikin badan ikut bergerak, tapi juga ada lirik dan atmosfer yang bikin kalian tiba-tiba bengong menatap langit-langit kamar. Dangerous combination.
Yang bikin L.U.F.S. menarik bukan cuma karena sound-nya yang catchy. Tapi karena White Chorus berhasil menangkap satu perasaan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Perasaan ketika malam sudah selesai, lampu sudah menyala, semua orang pulang, tapi ada sesuatu yang masih tertinggal di kepala. Mungkin seseorang. Mungkin kenangan. Atau mungkin pesan yang nggak pernah jadi dikirim.
Kalau kalian lagi cari album yang bisa jadi soundtrack untuk late-night thoughts, midnight drive, atau sekadar nemenin bengong setelah hari yang panjang, L.U.F.S. – Love Under Flashing Strobe wajib masuk playlist minggu ini. (Shalfa Nilalfara)
Baca juga Taiwan Beats Bawa Musik Taiwan Lebih Dekat ke Skena Asia Tenggara

Leave a Reply