THRIVINMAGZ.COM – Ada banyak restoran di Jakarta yang mengklaim mengangkat masakan Indonesia ke level berikutnya. Tapi tidak banyak yang benar-benar membuktikannya. KAUM Restaurant adalah salah satu yang masuk ke kategori yang kedua. Kami berkesempatan untuk menikmati makan malam di sini, dan sejak langkah pertama masuk, sudah terasa bahwa ini bukan sekadar makan malam biasa.

Berlokasi di Jl. Dr. Kusuma Atmaja No. 77–79, Menteng, kawasan yang memang sudah lama identik dengan ketenangan dan heritage Jakarta, bangunan KAUM Restaurant dari luar tampak seperti rumah kolonial yang sederhana. Tapi begitu masuk, perspektif itu langsung berubah.

Ruang makannya luas dengan langit-langit tinggi, pencahayaan yang warm dan terasa intim tanpa jatuh ke kesan gelap. Yang paling menarik perhatian adalah panel-panel dinding dengan detail yang menunjukkan bahwa konsep KAUM Restaurant bukan sekadar estetika, tapi juga komitmen nyata terhadap identitas budaya Indonesia.
Open kitchen yang menghadap langsung ke ruang makan membuat seluruh proses memasak bisa disaksikan, sebuah gestur transparansi yang menambah kepercayaan terhadap apa yang tersaji di meja. Homey tapi refined. Hangat tapi tidak kehilangan keanggunannya. Inilah ambience yang KAUM Restaurant tawarkan, dan itu terasa konsisten sepanjang malam.

Konsep di balik menu KAUM Restaurant bukan sesuatu yang dibuat-buat. Tim mereka benar-benar melakukan perjalanan panjang melintasi ribuan pulau Indonesia untuk mendokumentasikan teknik memasak indigenous, bahan-bahan langka, dan cita rasa otentik dari komunitas-komunitas adat di berbagai penjuru nusantara. Hasilnya tersaji malam itu dalam enam hidangan yang masing-masing punya ceritanya sendiri.
Gohu Ikan Tuna
Pembuka yang langsung memberikan kesan. Gohu Ikan Tuna adalah hidangan khas Maluku, potongan tuna segar yang dimarinasi dalam minyak kelapa murni, perasan jeruk calamansi, dan belimbi, disajikan bersama kacang kenari dan daun ginseng.
Rasanya segar dengan keasaman yang bersih, aroma kelapa yang subtle namun hadir dengan baik. Ini adalah salah satu hidangan yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tradisi raw fish tersendiri, kekayaan yang belum sepenuhnya terekspos secara luas.
Meri Totora
Hidangan bebek dengan pendekatan yang lebih aromatik, membawa nuansa dari tradisi kuliner Indonesia Timur. Dagingnya empuk, bumbu rempahnya terasa berlapis tanpa saling mendominasi. Sebuah interpretasi yang sopan terhadap warisan kuliner yang tidak selalu mudah ditemukan di menu restoran Jakarta.
Bebek Timus
Kalau ada satu hidangan yang paling berkesan malam itu, ini jawabannya. Bebek Timus hadir dengan daging yang luar biasa tender dan bumbu yang kaya namun tetap seimbang, tidak berat, tidak berminyak, dengan lapisan rasa yang terus berkembang di setiap suapan. Eksekusinya berada di level yang membuat meja sejenak hening saat pertama kali mencicipinya.
Garang Asam Iga
Garang Asem adalah masakan Jawa Tengah yang sudah lama dikenal, namun versi KAUM menghadirkan dimensi yang lebih dalam. Iga dimasak hingga benar-benar lunak, dengan kuah yang memadukan asam segar dari belimbing wuluh, santan, dan rempah-rempah dalam proporsi yang harmonis. Kompleks, tapi tidak membingungkan, justru nyaman untuk dinikmati hingga suapan terakhir.
Bongko Kopyor
Memasuki bagian dessert, KAUM memilih untuk bermain di wilayah nostalgia. Bongko Kopyor hadir dengan tekstur kelapa kopyor yang lembut dan familier, dibungkus daun pisang, dengan cita rasa yang langsung membawa pada ketenangan tersendiri. Comforting, tapi tetap terasa curated, bukan sekadar reproduksi, melainkan penghargaan terhadap sebuah tradisi.
Kue Kojo
Penutup kedua yang tampak sederhana namun meninggalkan kesan tersendiri. Kue Kojo berbahan dasar telur dan santan dengan tekstur dense dan creamy, manis yang tidak berlebihan, dan finish pandan yang halus namun menetap. Jenis hidangan yang semakin dinikmati justru semakin terasa maknanya.
Yang membedakan KAUM dari restoran Indonesia lainnya bukan hanya kualitas rasa, tapi intention yang ada di baliknya. Setiap hidangan terasa seperti hasil riset yang sungguh-sungguh, bukan sekadar adaptasi tren. Bahan-bahannya bersumber dari produsen lokal berskala kecil di seluruh Indonesia, dan itu bisa dirasakan dari kejujuran setiap cita rasa yang tersaji. Pelayanannya pun patut disebut: informatif, ramah, dan cukup sigap tanpa membuat tamu merasa terburu-buru.
KAUM Restaurant Jakarta meraih gelar Restaurant of the Year dari Jakarta’s Best Eats Awards, dan juga pernah masuk dalam Michelin Guide Hong Kong & Macau 2017 untuk outlet Hong Kong-nya. Setelah malam kemarin, mudah untuk memahami mengapa.
Bagi yang mencari dining experience yang tidak hanya memuaskan selera tapi juga memperluas perspektif terhadap kekayaan kuliner Indonesia, KAUM Jakarta adalah jawaban yang tepat. (Santi Romarantika)
Baca juga 1945 Restaurant: Hidden Gem Buat Fine Dining Rasa Nusantara

Leave a Reply