The Couch Club

The Couch Club Hadir dengan Mood Baru Lewat Single “What I Feel”

THRVINMAGZ.COMBand alternative pop/hip-hop asal Bandung, The Couch Club, akhirnya balik lagi dengan single terbaru mereka, “What I Feel”. Buat yang belum familiar, grup ini diisi oleh empat sahabat, Vai, Ghif, Atria, dan Belva, yang sejak awal memang ngebangun The Couch Club sebagai ruang aman buat berkarya dan jujur sama diri sendiri lewat musik.

The Couch Club

Kali ini mereka buka babak baru dengan lagu yang nunjukin warna berbeda dari karya-karya sebelumnya. “What I Feel” jadi semacam momen mereka bilang, “ok, this is us now.”

The Couch Club

Lagu ini lahir dari berbagai perspektif para member, dan semuanya ketemu dalam satu benang merah, perasaan manusia yang kadang terlalu penuh. Ada ragu dan bingung, ada kagum dan jatuh cinta, ada juga momen ketika hubungan nggak jalan seperti yang kita mau.

Semua itu diracik dalam lirik seperti, “I still can’t decide, how will I find you?”, ditemani aransemen vokal yang dreamy dan flow rap yang halus banget.

Belva cerita kalau lagu ini sebenarnya medium untuk lebih jujur sama diri sendiri. Perasaan itu nggak selalu harus disembunyikan, kadang cukup dirasain aja. Dari situ, kita bisa lebih ngerti diri sendiri dan apa itu cinta. Atria nambahin, tiap verse di lagu ini mewakili fase-fase perasaan, mulai dari gugup, jatuh cinta, sampai kehilangan. Tapi ujungnya tetap bisa bilang, “it’s alright.”

Makna yang Fleksibel Buat Setiap Pendengar

Walaupun keliatan seperti lagu cinta, “What I Feel” sebenarnya bisa punya makna berbeda-beda tergantung siapa yang dengerin. Buat The Couch Club sendiri, single ini jadi bentuk keresahan personal mereka selama setahun terakhir, semacam catatan perjalanan emosi yang akhirnya dibagi ke publik.

Melalui What I Feel”, The Couch Club ngajak pendengar buat berani menerima apa pun yang lagi dirasain, meski rumit atau nggak nyaman. Karena pada akhirnya, cuma kita sendiri yang bisa nolong diri kita buat lewat dari semua itu. (Shalfa Nilalfara)

Baca juga Satu Dekade Kunto Aji: Setelah ‘Terlalu Lama Sendiri’, Ternyata Kita Masih Asik Sendiri


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *